Kelurahan Sadar Kerukunan ke-7 di Kaltim, Pengurus FKUB Bontang Baru Resmi Dikukuhkan

FKUB Kelurahan Bontang Baru
Berbagi ke Sosial Media di bawah ini :

Bertempat di Wisata Bontang Mangrove Park (BMP) Jalan Cut Nyak Dien, pada Kamis (14/11) pagi, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Bontang secara resmi melakukan Pengukuhan Kelurahan Sadar Kerukunan (KSK) kepada Kelurahan Bontang Baru.

Pengukuhan KSK tersebut berdasarkan SK Kemenag Provinsi Kaltim No. 358/2019 tentang Penetapan Kelurahan Bontang Baru, Kecamatan Bontang Utara, Kota Bontang sebagai Kelurahan Sadar Kerukunan dengan Kepengurusan Periode 2019-2022.

Acara ini dihadiri oleh Walikota Bontang Hj. Neni Moerniaeni, Sp.OG, Ketua FKUB Provinsi Kaltim H. Asmuni Alie, Kepala Kanwil Kemenag Prov. Kaltim yang diwakili oleh Kabag Tata Usaha H. Mochlis, Kepala Kantor Kemenag Kota Bontang H. M. Isnaini, Asisten Administrasi Bidang Pemerintahan H. M. Bahri, Asisten Admnistrasi Pembangunan Ir. Zulkifli, MT, Kepala Badan Kesbangpol Sony Suwito Adicahyono, Ketua FKUB Kota Bontang H. Umar, Ketua MUI K.H. Imam Hambali, Perwakilan Forkopimda, Perwakilan Kepala OPD, Perwakilan Ormas, serta Ketua dan Pengurus RT Kelurahan Bontang Baru.

Dalam sambutannya, H. Umar menyampaikan bahwa acara peresmian ini bisa terselenggara atas kerjasama pihak Pemkot Bontang, kecamatan, kelurahan, dan pengurus FKUB. Diresmikannya Kelurahan Bontang Baru sebagai Kelurahan Sadar Kerukunan (KSK) menjadi awal komitmen dan dukungan dalam menciptakan kerukunan antar umat beragama di Kota Bontang. 

Sementara itu Ketua FKUB Provinsi Kaltim,  H. Asmuni Alie mengatakan bahwa pengurus KSK merupakan motor penggerak dan motivator untuk bisa membuat masyarakat di kelurahan aktif mengadakan kegiatan-kegiatan yang sifatnya mempererat kerukunan. Tugas berikutnya adalah untuk memfilter, dan melihat hal-hal yang berpotensi merusak kerukunan khususnya di kelurahan. Memaksimalkan fungsi dan fasilitas rembug desa/kelurahan bekerjasama dengan pihak kelurahan dan aparat keamanan setempat. Dan yang Terakhir adalah menjaga, memelihara dan mengembangkan kearifan lokal.

Walikota Bontang dalam sambutannya menyampaikan  kepada pengurus kelurahan sadar kerukunan Bontang Baru agar nantinya mensosialisasikan Kelurahan Bontang Baru yang ditetapkan sebagai kelurahan yang rukun dan toleransi antar umat beragama.

Dijelaskan Neni, Bontang merupakan kota kecil yang mirip dengan miniatur Indonesia dimana berbagai macam suku dan agama ada di Kota Taman. Namun, menurutnya kota kecil ini sangat rentan terjadi perpecahan jika seluruh pihak tidak dapat menjaga kerukunan antar sesama.

Untuk itu, ia juga mengapresiasi seluruh peran OPD dan stakeholders terkait yang selalu sigap memfasilitasi masalah yang berpotensi memecah belah kerukunan seperti Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) selaku leading sektor FKUB Bontang.

Acara pengukuhan ini juga dirangkai dengan penyerahan secara simbolis kendaraan operasional kepada 5 lembaga keagamaan termasuk FKUB, penandatanganan dukungan dan komitmen sebagai kelurahan sadar kerukunan oleh semua undangan yang hadir, pelepasan burung merpati serta penanaman pohon Tabebuya (sakura) di lingkungan taman mangrove. (foto: Herman/humas bontang)

Berbagi ke Sosial Media di bawah ini :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *